Perempuan Kenjeran Surabaya: Tulang Punggung Ekonomi Pesisir Lewat Olahan Laut dan Kerajinan Tangan

 

Penulis : Sofiatih Ainova

Editor   : Abrar Rahmat Alfiza


Pusat Oleh-Oleh khas Kenjeran, Surabaya

SURABAYA, Berita hari ini Surabaya – Di pesisir pantai Kenjeran, Surabaya, perempuan menjadi pilar utama yang menggerakkan roda perekonomian lokal. Mayoritas pedagang di kawasan ini adalah ibu-ibu tangguh yang mengandalkan hasil laut sebagai sumber penghidupan, mulai dari ikan asap, ikan asin, Aneka kerupuk hasil laut, hingga aneka kerajinan tangan seperti figora kerang, asbak, miniatur perahu, dan gelang dari kerang.  

Mereka tidak hanya bertahan di tengah cuaca dan kondisi laut yang tak menentu, tapi juga membangun ketahanan ekonomi keluarga.

Setiap pagi, sebelum matahari terbit, ibu-ibu rumah tangga di Kenjeran sudah sibuk di dapur sederhana mereka. Ibu riska, 36 tahun, salah satu pedagang ikan asap, menceritakan bagaimana ia memproses ratusan kilogram ikan menjadi ikan asap panggang.

"Kadang bangun jam 3 pagi, saat suami bawah hasil melaut saya yang menyiapkan, mulai dari pembersihan ikan, lalu menyiapkan batok kelapa untuk mulai mengasap ikan. Hasilnya dijual di kios," ujarnya sambil menyusun tumpukan ikan mengkilap di gerobaknya (8/9/2026).

Tak kalah penting, kerupuk hasil laut menjadi andalan yang Dibuat dari udang, teripang, terung atau lorjuk yang di bumbui lalu digoreng, produk ini laris manis di kalangan wisatawan. "Kerupuk kami khas hasil olahan kenjeran, bahan segar dari nelayan lokal. Ada teripang, rambak dan yang favori pengunjung biasanya terung”. tambah Ibu endang (56), pedagang kerupuk Kenjeran.

Pengunjung pun tak henti memuji ketangguhan mereka. Yuli (47), wisatawan dari Malang, berbagi pengalaman: "Saya sering membeli kerupuk di sini soalnya enak dan Cuma ada di kenjeran, dan biasanya juga saya membeli ikan asap karna ikannya fresh tidak pakai pengawet dan murah meriah. Kadang juga beli banyak buat oleh-oleh. Kenjeran hidup karena tangan mereka!".

Sementara Mbak Rina, pengunjung Bojonegoro, menambahkan: "Kerajinan tangannya unik, tadi saya membeli kotak tissue dan figora dari kerang. Salut karna hampir 90% pedagang nya perempuan, Mereka pahlawan ekonomi pantai!"

Di tengah tantangan seperti badai dan inflasi bahan bakar, ibu-ibu ini terus berinovasi. Kisah mereka jadi inspirasi: dari tangan kasar yang berbau amis, lahir kekuatan ekonomi yang kokoh. Pantai Kenjeran kini bukan hanya tempat wisata, tapi juga simbol ketangguhan perempuan Indonesia.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

War Takjil Ramadan di Graha YKP Surabaya, Peluang Usaha bagi Pelajar dan Mahasiswa

Aksara di Tepi Laut: Perjuangan Anak Muda Sukolilo Melawan Stigma

Surga Kuliner di Karmen, Mahasiswa Ramai Berburu Makanan