War Takjil Ramadan di Graha YKP Surabaya, Peluang Usaha bagi Pelajar dan Mahasiswa
Mahasiswa memanfaatkan momen bazar takjil di kawasan Graha YKP Surabaya untuk berwirausaha dengan menjual minuman es kepada pengunjung. (Foto: Dok. Pribadi)
Fenomena yang dikenal sebagai “war takjil” ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan masyarakat, namun juga membuka peluang ekonomi, khususnya bagi pelajar dan pelajar yang memanfaatkan momentum Ramadhan untuk berwirausaha.
Salah satu pedagang, Nuel, seorang pelajar yang berjualan minuman segar bersama teman-temannya, mengaku mulai berjualan sejak awal Ramadhan. Ia memanfaatkan waktu luang di sore hari untuk mencoba usaha kecil-kecilan.
“Kami mulai berjualan sejak awal Ramadhan. Kebetulan sore hari tidak ada kuliah, jadi kami manfaatkan waktu untuk berjualan takjil. Lumayan untuk menambah uang jajan,” ujarnya.
Lagi pula, tingginya jumlah pengunjung membuat dagangan mereka sering habis sebelum waktu buka tiba.
“Modal awal kami sekitar seratus ribu rupiah untuk beli bahan. Kalau ramai, biasanya dagangan bisa habis sebelum magrib,” tambahnya.
Tidak hanya dari sisi pedagang, fenomena ini juga dirasakan oleh para pembeli. Banyaknya pilihan makanan dengan harga yang relatif terjangkau menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.
Infografis: Fenomena “war takjil” di kawasan Graha YKP Surabaya yang dimanfaatkan pelajar dan mahasiswa sebagai peluang usaha selama Ramadan.
Salah satu pengunjung, Linggar, mengaku rutin membeli takjil di lokasi tersebut selama Ramadhan.
“Saya sering beli takjil di sini karena pilihannya banyak dan harganya masih terjangkau,” katanya.
Ia juga menilai keterlibatan pelajar dan pelajar dalam aktivitas jual beli memberikan dampak positif.
“Menurut saya bagus kalau anak muda sudah mulai belajar usaha dari sekarang,” tambahnya.
Keramaian pasar takjil di kawasan Graha YKP selama Ramadhan menunjukkan bahwa momen tersebut tidak hanya dimanfaatkan sebagai tradisi berbuka puasa, tetapi juga sebagai ruang bagi generasi muda untuk belajar mandiri secara ekonomi. Fenomena ini sekaligus menampilkan bagaimana aktivitas sederhana seperti berjualan takjil dapat menjadi pengalaman awal dalam membangun jiwa kewirausahaan di kalangan pelajar dan mahasiswa.


Komentar
Posting Komentar