Hidup di Kampung Bersejarah: Cerita Warga Peneleh di Tengah Perubahan Zaman
Oleh: Melina Kristina Silalahi
Editor: Rigolda Christine Olvie
Surabaya - Salah satu kawasan tertua di Surabaya, Peneleh. Berdasarkan peta lama Schetskaartje Van Het Oudste Soerabaja Van 1275, kawasan ini diyakini sudah ada sejak tahun 1275 dan menjadi saksi perjalanan sejarah kota Surabaya. Hingga kini, Peneleh tetap berdiri dengan identitasnya sendiri di tengah arus modernisasi.
Di balik jejak sejarahnya yang ada, kehidupan warga Peneleh tetap berjalan seperti biasa. Namun, suasana kampung mulai terasa berubah semenjak kampung ini dikembangkan menjadi destinasi wisata sejarah, banyak orang berkunjung untuk melihat langsung kawasan bersejarah tersebut.
Sebagian warga lokal merasakan perbedaan, yang awalnya perkampungan biasa kini menjadi kawasan wisata sejarah yang dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Warga merasa terbantu karena adanya bantuan dari pihak pemerintah, seperti pemasangan paving block jalan sekitar hingga renovasi situs-situs bersejarah. Hal ini membuka peluang ekonomi bagi warga melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Ya senang karena diperbaiki, warga juga ada yang jualan UMKM di situ, di gang tiga itu ada” ujar Pak Budi, salah satu warga setempat.
Seiring perkembangan tersebut, Kampung Peneleh mulai dikenal hingga ke mancanegara. Warga menyebutkan bahwa kawasan ini kerap dikunjungi wisatawan asing pada waktu-waktu tertentu. Bahkan jumlah pengunjung dapat mencapai ratusan orang dalam sekali kunjungan. “Kemarin sampai 500 orang, tiap dua kali setahun, waktu musim salju, biasanya bulan Februari sama sekitar November” ungkap Pak Nopi, warga setempat lainnya.

Komentar
Posting Komentar